Rabu, 27 Juni 2012

DASAR, FUNGSI DAN TUJUAN ILMU TABLIGH


BAB I
PENDAHULUAN

A.    PENGERTIAN ILMU TABLIIGH

Tabligh berasal bari bahasa “Balgha, Yablighu, Tablighu” yang artinya menyampaikan maksudnya adalah menyampaikan risalah berupa Al-qur’an dan Hadist. Tabligh juga berarti menyampaikan dengan terang dan jelas.
“Jika mereka tetap berpaling. Maka kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang” (Qs. An-nahl:82). Tabligh merupakan salah satu sikap yang wajib bagi para nabi dan rasul Allah. Sebagai mana tertera pada suarat Al-Maidah ayat 67 yang artinya:
“Hai rasul. Sampaikan apa yang diturunkan kepadamu atas tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu) berarti kamu tidak menyampaikan amanatnya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak member petunjuk pada orang – orang kafir”. (Qs. Al-Maidah : 67) menurut departemen agama tabligh adalah kegiatan menyampaiakan agama islam dengan cara lisan atau tertulis maupun melalui satu bunyi atau isyarat. Seperti suara sirine, alaram, atau bedug, dan lain – lain, oleh seseorang atau beberapa orang mubaligh kepada masyarakat.

B.     TABLIGH DALAM AL-QUR’AN

Semua nabi dan rasul Allah wajib bersifat tabligh dan semua pesan yang disampaikan oleh para nabi Allah tersebut senata – mata hanya  beribadah kepada Allah.
“Dan sesungguhnya kami telah mengutus para rasul pada tiap  - tiap umat (untuk menyerukan). “sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Taghut itu”, maka diantara umta itu adalah orang itu drberi petunjuk oleh Allah dan ada pula diantaranya orang – orang yang telah pasti kesesatannya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang – orang yang mendustakan (rasul – rasul)”. (Qs. An-nahl)
Dan kepada kaum ‘Ad (kami utus) saudara mereka. Huud, ia berkata: “hai kaumku. Sembahlah Allah, sekali – kali tidak ada tuhan selain dia. Kamu hanyalah mengada –adakan saja. (Qs. Hud : 50)


BAB II
PEMBAHASAN

A.    UNSUR – UNSUR KOMUNIKASI TABLIGH
1.      Sumber (Al-qur’an dan Hadist)
2.      Komunikator ig yang mubalihg (khusus dan umum)
-          Mubaligh khusus : mubaligh yang professional.
-          Mubaligh umum  : mubaligh yang hanya skedar menyampaiakan ajaran islam secara garis besarnya saja.

B.     MENGUKUHKAN PENGUKUHAN TABLIGH DALAM BERBAGAI SEKTOR.
Terdapat 3 sektor utama:
1.      Sector aqidah, meliputi:
a.       Beri’tikod yang benar tentang apa – apa yang ada dalam rukun iman.
b.      Beri’tikod yang benar tentang nabi dan rasul.
c.       Beri’tikod tentang penciptaan manusia oleh Allah.
d.      Beri’tikod tentang alam ghoib yaumul ba’ats., mizan, hisab, shiratul mustakim, syafaat rasul, surge dan neraka.
2.      Sector ibadah, dan
3.      Sector muamalah.

C.     MEMPERKOKOH GERAKAN DAN KEMAMPUAN TABLIGH AGAR MENARIK DAN MENGIKAT.

D.    MEMBUAT PONDASI TABLIGH YANG POKOK.


E.     PEMBINAAN INDIVIDU TABLIGH
Yakni dapat mempraktekan amal islam. Seperti banayk orang yang mengetahiunya dlaam bentuk ilmu tetapi tidak dapat melaksanakan secara islami.

F.      MEMBENTUK PRIBADI YANG SALEH UNTUK MENGISI AMAL ISLAMI, BAIK UMUM MAUPUN YANG KHUSUS.





G.    FUNGSI TABLIGH TERHADAP MUBALIGH
1.      Membekali mubaligh dengan ilmu pengetahuan.
2.      Keterangan dan kepandaian.
3.      Menanggulangi berbagai ujian dan cobaan.
4.      Memperbanayak kesempatan amal.
5.      Menumbuhkan semangat untuk melakukan amal baik.
6.      Mengikuti pelatihan dengan memberi kesmpatan mubaligh untuk melaksanakan amal kebajikan dan member harapan/ kabar gembira dari sisi Allah.

H.    GHAZWUL – FIKRI ( Perang Ideologi/Pemikiran)

Secara bahasa ghazwul fikri terdiri adari dua kata, yaitu ghazwul (serangan) dan fikri (pemikiran/ ideology). Secara bahasa berarti penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikuran umat islam guna merubah apa aygn ada didalamnya sehingga tidak lagi mengeluarkan darinya hal – hal yang benar. Karena telah tercampur aduk dengan hal – hal yang tidak islami.

1.      Sasaran ghazwul fikria
Menjauhkan umat isalm dari agamanya.
“dan hendaklah kamu memuuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunka Allah. Dan janganlah kamu mengikuti nafsu meraka, dan berhati – hatilah kamu terhadap mereka. Supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahgian yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukumyang telah di turunkan Allah). Maka ketahuilah bahwa Allah menghendaki akan menimpa musibah.
Musibah kepda mereka disebabkan sebagian dosa – dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang – orang yang fasik. (Qs. Al-Maidah:49).
a.       Berusaha memasukan yang saidah kosong islamnya kedalam agama kafir.
Orang – orang yahudi dan nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah “sesungguhnya petunjuk Allah itu adalah petunjuk (yang benar)” dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pngetahuan datang keadamu. Maka Allah tidak lagi jadi pelindung dan penolong bagimu”. (Qs. Al-Baqarh:120)
b.      Memadamkan cahaya Allah. “mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka. Tetapi Allah justru menyempurnakan cahayanya. Walau orang – oarang kafir membencinya:. (Qs-At-Taubah:32).


“mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan – ucapan) mereka. Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya. Walaupun orang kafir tidak menyukainya”. (Qs. At-Taubah:32)

2.      Metode Ghazwul Fikria
a.       Membatasi supaya islam tidak tersebar luas.
-          tasyik (pendangkalan/keragu – raguan)
-          tasywih (pencemaran pelecehan)
-          tadhil (penyesatan)
-          taghrib (pemberataan/westrenisasi)
b.      menyerang islam dari dalam
-          penyebaran paham scularisme
-          penyebaran paham nasionalisme yang membunuh ukhuwah islamiah yang merupakan azas kekutan umat islam
-          perusakan akhlak umat islam terutama pemudanya.

3.      Sarana Gazwul Fikria
-          Media cetak seperti tabloid. Majalah, buku dll
-          Media elektronik seperti Tv, radio dll

4.      Hasil Ghazawul Fikria
-          Umat islam menyimpang dari Al-qur’an dan Hadist
-          Minder dan rendah diri
-          Ikut – ikutan
-          Terpecah – pecah







KESIMPULAN
1.      Ilmu tabligh adalah menyampaiakn risalah berupa Al-Qur’an dan Hadist
2.      Unsur – unsur yang terdapat didalam ilmu tabligh yaitu Al- qur’an dan Hadist
3.      Mempelajari ilmu tabligh untuk memperkokoh gerakan dan kemampuan tabligh agar menarik dan mengikat sehingga membentuk pribadi yang soleh untuk mengisi baik umum maupun khusus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar