Senin, 25 Juni 2012

Khulafaur Rasyidin


BAB 1
Pendahuluan
Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin adalah empat khalifah pertamadalam traadisi islam sunni, sebagai oengganti Muhammad, ysng dipandang sebagai pemimpin yang mendapat petunjuk dan patut di contoh mereka semua adalah sahabat nabi Muhammad saw. Dan penerusan kepemimpinan mereka bukan berdasarkan keturunan. Satu yang kemudian menjadi khalifah yang selanjutnya.
System pemilihan terhadap khalifah tersebut berbeda-beda hal tersebut terjadi kerena pra sahabat menganggap bahwa para sahabat nabi Muhammad tidak memberikan petujuk yang jelas mengenai pengganti beliau.
                                                           


BAB II
Empat Khalifah Pertama Pengganti Nabi
1.      Abu Bakar Ash-Shiddiq ( Th. 11-13 H/632-634 M )
Ia dilahirkan dua tahun satu bulan setelah kelahiran Nabi Muhammad. Nama aslinya Abdullah bin Ab Quhafah. Kemudian terkenal dengan sebutan Abu Bakar. Sedang gelar Ash-Sidddiq diberikan oleh para sahabat karena ia sangat membenarkan Rsulullah Saw.
Sejak muda Abu Bakar memang sudah akrab dengan Rasulullah. Dialah yang menemani Nabi Muhammad di Gua Hira’ dan diahlah yang pertama kali masuk Islam dari kalangan orang tua terhormat. Sewaktu nabi sakit ia dipercaya para sahabat menjadi Imam Soleh. Maka pantaslah bila kaum muslimin memilihnya khalifah pertama setelah baginda Rasulullah pertama setelah baginda Rasullulah wafat. Tugas pertama sebagai khalifah, yaitu memerangi orang-orang yang murtad. Sepeninggalan Rasulullah memang banyak kaum muslimin yang kembali keagamanya semula. Karena Nabi Muhammad, pemempin mereka, sudah wafat, mereka merasa berhak berbuat sesuka hati, bahkan muncul orang-orang yang mengaku Nabi, antara lain Musailamah Al-Kadzab, Thulaiha Al-Ashadi, dan Al-Aswad Al-Ansi. Kemurtada saat itu terjadi di mana-mana dan menimbulkan kekacauan. Untuk itu Abu Bakar mengirim 11 pasukan perang dengan 11 daerh tujuan. Antara lain. Pasukan Khalid bin Walid di tugaskan menundukan Thulaiha Al-Ashadi, pasukan ‘Amer bin Ash ditugaskan di Qudla’ah. Suwaid bin Muqrim ditugaskan ke Yaman dan Khalid bin Said ditugaskan ke Syam selanjutnya, atas usul Umar bin Khatab, Abu Bakar memproyekan pengumpulan dasn penulisan ayat Al-Qur’an dengan menunjuk Zaid bin Tsabit sebagai pelakananya hal ini dilakukan mengingat.
a.       Banyak sahabat yang hafal Al-Qur’an gugur dalam oerang penumpasan orang-orang murtad.
b.      Ayat-ayat Al-Qur’an yang di tulis pada ulit-kulit kurma, batu-batu, dan kayu sudah banyak yang rusak sehingga perlu jadi penyelamatan.
c.       Pemdukaan Al-Qur’an ini mempunyai tujuan agar dapat dijadikan pedoman bagi umat isalam sepanjang masa.
Disamping itu, Abu Bakar memperluas daerah dakwah Islamiyah, antara lain ke Irak yang masa itu termasuk wilaya jajahan Persi dan ke Syam yang dibawah yang dibawah kekuasaan syam yang dibawah kekuasaan Rum. Setelah memerintah dua tahun, Abu bakar pulang ke Rahmatullah pada tanggal 23 Jumadil Akhir 13 H. dalm usia 63 tahun dan dimakamkan dekat dengan makam Rsulullah Saw. Beliau dikenang oleh para sahabat sebagai kahalifah yang sangat taat kepad Allah dan R asulnya serta berbudi luhur, tidak sombong dan amat sederhana.
2.       Umar Bin Khatab ( Th.13-23 H/634-644 M)
Ia lebih muda 13 tahun dari Nabi Muhammad Saw. Sejak kecil ia sudah sanat terkenal sangat cerdas dan sangat pemberani. Tidak pernah takut menyatakan kebenaran di depan siapapun. Tidaklah mengherankan setelah masuknya Umar kedalam barisan muslim. Ia sebelum memeluk Islam paling berani menentang Islam, setelah masuk Islam paling berani menghancurkan musuh Islam.
Kemudian terkenallah Umar sebagai “singa pandang pasir”, sangat disegani. Ia sangat berani dalam mengatakan kebenaran.oleh karenaya digelari oleh masyarakat Al-Faruq,artinya yang tegas membedkan antara yang benar dan yang salah. Sedemikian gigihnya Umar dalam menegakan Syariat Islam sampai Abdullah bin Mas’ud mengatakan : “sejak Islamnya Umar kami merasa muliia, “( HR.Bukhari)
Pada masa pemerintahan Khalifah Umar, wilayah Islam semakin meluas sampai ke Mesir, Irak, Syam. Dan negeri-negeri Persi lainnya. Beliaulah yang membentuk badan kehakiman dan menyempurnakan usaha Abu Bakar dalam membukukan Al-Qur’aan.
Kahalifah umar wafat padausia 63 tahun setelah memerintah selama 10 tahun 6 bulan oleh tikama pedang Abu Lu’lu’ah, seorang budak milik Al-Mughirah bin Syu’bah. Dikenang umat islam sebagai pahlawan yang sangat terkenal, “siapa yang melihat pada diriku membelok, maka hendaklah ia meluruskannya”. Selain itu, beliau dikenal sangat menyayangi rakyat.
3.      Ustman Bin Affan ( Th. 23-35 H/644-656 M)
Ia lima tahun lebih muda dari Nabi Muhammad Saw. Sejak muda, ia memiliki akhlak yang sangat mulia. Ia juga seorang saudagar yang kaya raya dan pendiam. Ialah yang membeli summer Raumah untuk dijadikan sumur umum. Swedemikian banyak amalnya hingga masyarakat menggelarinya. “ghaniyyun Syakir”, yaitu ortang yang kaya banyak syukurnya kepada Allah Swt. Sekalipun sangat kaya,. Ustman tidak segan-segan turut serta berperang. Ia juga termasuk penulis wahyu yang terkenal, Karen kebaikan-kebaikan itulah, ia dikawinkan dengan putri Nabi yang bernama Ruqiah. Setelah Ruqiah meninggal, ia dikawinakan lagi dengan putri Nabi lagi yang bernama Umi Kultsum. Oleh karenaya di gelari “Dzun Nuraini”, artinya yang mempunyai dua cahaya.
Langkah-langkah ysng ditemuh setelah menjadi Khalifah, adalah mengganti gubernur-gubernur Negara taklukan islam yang ingin memisahakan diri dari wafatnya Umar. Kemudain beliau memperbanyak naskah Al-Qur’an yang sudah dibukukan menjadi 7 eksemplar yang antara lain dikirim ke Syam, Yaman, Bahrain, Basrah, dan Khulafah.
Beliau wafat pada usai 82 tahun setelah memerintah selama 12 tahun. Meninggal dengan tikaman pedamang Humran bin Saudan, saat beliau membaca Al-Qura’an. Jasa beliau memelihara kemurnian Al- Qur’an sebagaimana yang tersebar sekarang.

4.      Ali bin Abi Thalib ( Th.35-40 H/656-662 M)
Ia sepupu Nabi Muhammad. Ptra dari Abu Thalib. Usianay 32 tahun lebih muda dari Nabi Muhammad. Ia mendapat asuhan langsung dari beliau. Tidaklah mengherankan jika beliau dari golongan anak-anakpertama masuk islam setelah nabi diangkat menjadi Rasul. Maka, pantas pengetahuan Ali tentang islam sangat luas. Juga juga terkanal sangat teguh dalam memegang ajaran agama. Pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib ini, Islam banyak mengalami kemunduran. Bermula dari banyaknya pihak menuntut dendam atas terbunuhnya Utsman bin Afan. Terutama dari golongan Babi Umayah dan dari kelompok kebijaksanaan Khalifa Ali mengganti sebagian besar pegawai pemerintahan yang telah diangkat oleh Ustman. Setelah usaha menenangkan banyak golongan yang menuntut balas atas kematian Khalifah Ustman dengan jalan damai tidak berhasil, maka ditempuhlah peperangan pertama terjadi peperangan Waq’atul Jamali atau peperangan unta dengan pasukan Khalifah Ali dengan Aisyah, perang saudara ini terjadi pada tahun 36 H/657 M akibat hasutan Sabah bin Saba’. Dalam perang ini pasukan Ali memperolah kemenangan. Aisyah dikembalikan kemadinah dengan hormat dan dimuliakan.\perang kedu terjadi antara pasukan Khalifah Ali dengan pasukan goingan Umayah yang di pimpin oleh Amir bin Ash. Perang ini dinamakan perang shiffin, terjadi didekat sungai furat (ifrat) pada tahun 36 H/658 M. menjelang kekalahanya, Amei bin Ash mengajak pasukan Ali kemeja perundingan. Siasat Amir bin Ash ini berhasil. Khalifah Ali berhasil di copy dari jabatanya dan di angkatlah Muawiyah.
Kahalifah Ali wafat pada usia 63 tahun, setelah memerintah 5 tahun. Ia terbunuh oleh Abdurahaman bin Muljim, seorang dari aliran Khawarij, yaitu aliran yang tidak memihak pada khailfah Ali, juga tidak merencanakan pembunuhan terhadap Khalifah Ali, Muawiyah dan Amer bin Ash mereka berargumentasi, jika ketiga pemmpin tersebut terbunh, umat Islam dapat dipersatukan.










BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            Khulafaur Rasyidin atau khalifah adalah orang yang mendapt petunjuk tidak terbatas pada orang yang dijelaskan di atas, tetapi dapat mencakup pula para Khalifah setelahnya yang kehidupannnya benar-benar berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar